Others

5 Tantangan untuk Penerapan Smart City di Indonesia

Tantangan untuk Penerapan Smart City di Indonesia

Dengan berbagai keunggulan dari Smart City tidak heran apabila banyak kota yang ingin mencoba menerapkan konsep ini. Tidak terkecuali di berbagai kota di Indonesia yang juga ingin mendapatkan manfaat dari konsep kota pintar ini. Namun nyatanya memang bukan perkara yang mudah untuk bisa menerapkannya. Berikut ada 5 tantangannya yang akan dijelaskan.

  1. Harga Perangkat yang Tergolong Mahal

Tantangan pertama yang mesti dihadapi apabila ingin menerapkan konsep kota pintar di Indonesia adalah harga perangkatnya sendiri. Seperti yang diketahui bahwa untuk bisa menjadikan sebuah kota sebagai kota pintar atau kota cerdas banyak sekali kualifikasi yang mesti dipenuhi. Terutama dalam sumber daya teknologi dan juga internet yang digunakannya.

Tentunya untuk bisa membangun sumber daya teknologi dan juga internet membutuhkan perangkat yang mumpuni. Seperti yang diketahui harga dari perangkat tersebut tentunya tidaklah murah dan kebanyakan kota di Indonesia belum memiliki anggaran khusus untuk bisa membelinya. Kondisi tersebutlah yang membuat konsep kota pintar menjadi sulit diwujudkan.

  1. Daerah yang Belum Menunjang Infrastruktur

Tentunya untuk sebuah kota disebut sebagai kota pintar tentunya membutuhkan infrastruktur yang tergolong modern dan juga memudahkan warganya. Namun hal tersebut bukanlah perkara yang mudah untuk diwujudkan di berbagai kota di Indonesia. Alasan paling utamanya adalah karena masih banyak daerah di Indonesia yang terbilang jauh tertinggal.

Tertinggal itu sendiri bisa dibilang dalam berbagai aspek secara keseluruhan. Mulai dari tertinggal dari segi teknologi hingga tertinggal dalam aspek kondisi jalannya. Kombinasi tersebutlah yang kemudian pastinya akan sangat sulit untuk bisa membuat pembangunan infrastruktur dilakukan dengan baik.

  1. Masyarakat yang Belum Siap

Tantangan berikutnya yang bakal ditemukan apabila ingin membangun Smart City di Indonesia adalah masyarakat yang belum siap. Kesiapan masyarakat ternyata memegang peranan tersendiri untuk suksesnya pembangunan dari konsep kota pintar ini sendiri. Soalnya tanpa adanya pemahaman dan keselarasan dari warga masyarakat sendiri maka konsep ini menjadi mentah.

Ketidaksiapan masyarakat di Indonesia sendiri bisa dibilang dipengaruhi oleh berbagai faktor. Faktor pertama karena tingkat pendidikan yang masih belum memadai dan faktor berikutnya adalah kegagapan dalam menjalankan teknologi. Soalnya kota yang menggunakan konsep kota pintar atau kota cerdas akan menjadi sumber daya teknologi sebagai landasan paling utamanya.

  1. Melakukan Investasi Besar

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa membutuhkan dana yang tidak sedikit untuk bisa mewujudkan konsep kota pintar ini. Salah satu bentuknya adalah dengan melakukan investasi besar pada kota atau daerah yang ingin menerapkan konsep ini. Menurut salah satu data, investasi yang mesti dipersiapkan adalah sekitar Rp5,4 triliun bagi setiap kota atau daerah.

Sebuah angka yang pastinya tergolong tidak murah dan akan membuat banyak kota di Indonesia berpikir berulang kali. Soalnya penyiapan dana investasi ini sendiri membutuhkan waktu yang tidak sebentar dan seringkali melewati birokrasi yang cukup panjang.

  1. Perangkat yang Langka

Hambatan terakhir yang dimiliki adalah perangkat yang tergolong masih langka. Ternyata bukan hanya harga perangkat yang mahal tapi juga ketersediaannya yang langka. Hal inilah yang kemudian membuat proses pembentukan konsep ini menjadi sulit diwujudkan. Soalnya pembentukan konsep ini sendiri sangat membutuhkan perangkat yang memadai.

Dengan berbagai penjelasan di atas pastinya akan membuat Anda paham tentang hambatan apa saja yang membuat Smart City di Indonesia sulit diwujudkan. Meski begitu, Lintasarta hadir sebagai perusahaan Indonesia yang mampu memenuhi jasa komunikasi data, internet hingga IT services. Kombinasi yang pastinya bisa mewujudkan sebuah konsep kota pintar.